MENGAMATI PENGARUH CAHAYA TERHADAP
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANAGAN PADA
TANAMAN KACANG HIJAU
DI SUSUN
O
L
E
H
KELOMPOK 1
KELAS XII IPA 1
RAYINA S. KUKE
MELANDA UNO
APRILIANTI PATILIMA
STENDRY ROTTIE
FEBRIANTI ISMAIL
FEBRIANTI ISMAIL
ARIF AFRIANTO YASIN
DANDI YUSUF
DANDI YUSUF
SMA N 1 DUNGALIYO
T.A : 2017/2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur
penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya
sehingga penulisan laporan ini bisa selesai dengan lancar.
Sholawat serta salam
semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, kepada
keluarganya, sahabatnya dan In Shaa Allah sampai kepada kita semua yang masih
setia pada ajaran beliau.
Tidak lupa pula penulis
samapikan kepada semua pihak yang telah membantu, terutama Guru Biologi yang
bersedia membimbing kami sehingga bisa menyelesaikan laporan yang berjudul “MENGAMATI
PENGARUH CAHAYA PADA PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TANAMAN KACANG HIJAU”.
Penulisan laporan ini
betujuan untuk memenuhi tugas mata pelajaran Biologi semester ganjil tentang
pertumbuhan dan perkembangan. Semoga karya tulis ini dapat berguna bagi
pembaca.
Dalam penyusunan karya
tulis percobaan ini, kami menyadari pengetahuan dan pengalaman kami masih
sangat terbatas. Oleh karena itu, kritik dan saran untuk penyempurnaan karya
tulis ini sangat kami harapkan.
Dungaliyo, 9 Agustus
2017
Penulis
DAFTAR ISI
i.
HALAMAN JUDUL..................................................................................................................
ii.
KATA PENGANTAR.................................................................................................................
iii.
DAFTAR ISI...............................................................................................................................
iv.
BAB 1 : PENDAHULUAN
A. Latar belakang.....................................................................................................
B. Tujuan penelitian...............................................................................................
C. Rumusan masalah...............................................................................................
D. Hipotesa..............................................................................................................
v.
BAB 2 : KAJIAN TEORITIK.....................................................................................................
vi.
BAB 3 :METODOLOGI PENELITIAN.....................................................................................
vii.
LAMPIRAN.................................................................................................................................
viii.
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................................
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Pertumbuhan adalah proses fisiologis yang ditandai dengan bertambahnya
jumlah sel dan bertambahnya volume sel yang bersifat irreversible (tidak dapat
mengecil kembali). Sedangkan, perkembangan adalah proses menuju tercapainya
kedewasaan yang tidak dapat diukur.
Pertumbuhan dan perkembangan dapat berlangsung karena ada sebab atau
faktor-faktor yang mempengaruhinya. Adapun faktor-faktor tersebut meliputi
faktor internal dan eksternal.
Factor internal antara lain gen
dan hormon. Dan factor eksternal yaitu Nutrisi, air, derajat keasaman, kadar
garam, oksigen, cahaya, suhu, kelembaban, gravitasi, sentuhan, organisme
parasite dan herbivora.
Dalam penelitian ini, kami mencoba mengamati pengaruh cahaya terhadap
pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman.
B. Tujuan penelitian
§
Untuk mengetahui pengaruh
cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau.
§
Untuk mengetahui
perbedaan pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang diletakan
dilingkungan yang berbeda intensitas cahayanya.
C. Rumusan masalah
§
Adakah pengaruh cahaya
terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau?
D. Hipotesa
Hipotesis penelitian ini adalah cahaya dapat
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan,
BAB 2
KAJAIN TEORITIK
Perkembangan pada tumbuhan diawali dengan fertilisasi. Pada
awal perkembangannya, embrio mendapatkan makanan dari kotiledon. Kotiledon
terdapat pada biji tumbuhan tingkat tinggi. Tumbuhan dikotil memiliki dua
kotiledon, sedangkan monokotil memiliki satu kotiledon. Pertumbuhan awal
tumbuhan dari biji menjadi tanaman baru disebut perkecambahan. Berdasarkan
letak kotiledonnya, perkecambahan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu
epigeal dan hipogeal.
a.
Pada perkecambahan epigeal, kotiledon terdapat di permukaan
tanah karena terdorong oleh pertumbuhan hipokotil yang memanjang ke atas.
b.
Pada perkecambahan hipogeal, kotiledon tetap berada di bawah
tanah, sedangkan plumula keluar dari permukaan tanah disebabkan pertumbuhan
epikotil yang memanjang ke arah atas.
Pertumbuhan pada tumbuhan terjadi di meristem (titik tumbuh)
yang terdapat pada ujung akar dan batang. Meristem akan mengalami pembelahan
mitosis. Oleh karena itu, ujung batang dan ujung batang akan bertambah panjang
dan besar.
Pertumbuhan disebabkan oleh pertambahan besar dan panjang
sel-sel itu sendiri. Pada batang terdapat dua jenis tunas, yaitu tunas yang
letaknya di ujung batang yang disebut tunas terminal dan mengandung meristem
apikal, serta tunas samping yang nantinya membentuk cabang batang, daun, dan
bunga.
Batang tumbuhan selain bertambah panjang juga dapat
bertambah besar. Hal ini dikarenakan adanya aktivitas kambium, yang termasuk
jaringan meristem yang sel-selnya aktif membelah. Letak kambium di antara
jaringan xilem dan floem. Kambium akan terus membentuk jaringan xilem dan floem
baru sehingga batang makin lama akan menjadi besar. Aktivitas kambium
meninggalkan batas yang jelas pada batang. Batas ini disebut lingkaran tahun
Dalam pelajaran biologi bahwa faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman dibedakan menjadi 2
yaitu faktor internal dan faktor external.
1. Faktor
Internal
Faktor internal adalah segala pengaruh/faktor yang berasal dari tanaman itu sendiri yaitu meliputi gen dan hormon.
a. Gen
Faktor internal adalah segala pengaruh/faktor yang berasal dari tanaman itu sendiri yaitu meliputi gen dan hormon.
a. Gen
Gen merupakan dasar faktor internal yang paling tidak bisa
ditawar karene setiap mahluk hidup tentu saja memiliki gen yang berbeda
satu sama lain. Gen merupakan unit pewarisan sifat bagi organisme
hidup. Bentuk fisiknya adalah urutan DNA menyandi protein, polipeptida
atau seuntaian DNA yang memiliki fungsi bagi organisme yang
memilikinya. Batasan modern gen adalah suatu lokasi tertentu pada genom yang berhubungan
dengan pewarisan sifat dan dapat dihubungkan dengan fungsi sebagai regulator
(pengendali), sasaran transkripsi, atau peran-peran fungsional lainnya. Tentu saja dalam DNA ini telah disandi
sebagaimana rupa yang menentukan bentuk dan pewarisan sifa dari induknya. Jadi
begini Sahabat Blogger kalau yang mengontrol seluruh pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan ini.
b. Hormon
Hormon
adalah pembawa pesan kimiawi antarsel atau antarkelompok sel. Semua organisme
multiselular, termasuk tumbuhan memproduksi hormon. Dalam pertumbuhan ini peran
hormon ini sangatlah penting. berikut adalah daftar hormon yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
2.Faktor
Eksternal
Faktor eksternal merupakan sesuatu yang mempengaruhi/faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut yaitu dari lingkungan atau ekosistem. Ada beberapa faktor ekstrenal yang mempengaruhi pertumbuhand an perkembangan tumbuhan yaitu air, cahaya, kelembapan, makanan(nutrisi), suhu.
Faktor eksternal merupakan sesuatu yang mempengaruhi/faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut yaitu dari lingkungan atau ekosistem. Ada beberapa faktor ekstrenal yang mempengaruhi pertumbuhand an perkembangan tumbuhan yaitu air, cahaya, kelembapan, makanan(nutrisi), suhu.
1. Makanan
Makanan
adalah sumber energi dan sumber materi untuk mensintesis berbagai komponen sel.
Tidak hanya karbondioksida dan air saja yang dibutuhkan tumbuhan untuk bisa
tumbuh dengan baik tetapi juga beberapa unsur unsur minerel
2. Air
Tanpa air, tumbuhan tidaklah dapat tumbuh. Air termasuk senyawa yang dibutuhkan
tumbuhan. Air berfungsi anatara lain sebagai fotosintesis, mengaktifkan reaksi
enzim ezimatik, menjaga kelembapan dan membengtu perkecambahan pada biji.
3.
Suhu
Pada umumnya,tumbuhan membutuhkan suhu tertentu untuk tumbuh. Suhu dimana
tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan maksimal disebut dengan
suhu optimum. Suhu paling rendah yang masih memungkinkan suatu tumbuhan untuk
tumbuh disebut suhu minimum sedangkan suhu tertinggi yang masih memungkinkan
tumbuhan untuk tumbuh disebut suhu maximum.
4.
Kelembapan
Pengeruh kelembapan udara berbeda terhadap berbagai tumbuhan. Tanah dan udara
yang lembab berpengaruh baik bagi pertumbuhan tumbuhan.
5.
Cahaya
Pada umumnya, cahaya menghambat pertumbuhan meninggi tanaman karena dapat menguraikan auksin. Tetapi, cahaya juga merangsang pembungaan tumbuhan tertentu. Adapun tumbuhan yang dapat berbunga pada hari pendek (lamanya penyinaran matahari lebih pendek ketimbang waktu gelapnya malam). Ada pula tumbuhan yang berbunga pada hari panjang(lamnya penyinaran matahari lebih lama ketimbang waktu gelapnya). Mengapa hal itu dapat terjadi karena pada tumbuhan terdapat hormon fitokrom yang mengatur pengaruh cahaya ini dalam pertumbuhan dan perkembangan pembungaan tanam
BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
A. Objek yang di amati : PERTUMBUHAN
Populasi : KACANG HIJAU
Sampel : ENAM BIJI
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan:
|
|
Subkingdom:
|
Tracheobionta (Tumbuhan
berpembuluh)
|
Super
Divisi:
|
Spermatophyta (Menghasilkan
biji)
|
Divisi:
|
Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
|
Kelas:
|
Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
|
Sub
Kelas:
|
Rosidae
|
Ordo:
|
|
Famili:
|
Fabaceae (suku
polong-polongan)
|
Genus:
|
Phaseolus
|
Spesies:
|
Phaseolus
radiatus L.
|
B. Lokasi penelitian : di Rumah Melanda Uno
Desa Duwanga, kec. Dungaliyo
C. Waktu penelitian : 5 – 9 Agustus 2017, SORE HARI
D. Deskripsi variable
Variabel bebas
: Kacang hijau
Variabel terikat : Cahaya Matahari
E. Unit perlakuan :
-
Biji kacang hijau
ditanam di media tanah
-
Dipisahkan menjadi dua
wadah
-
Wadah pertama
ditempatkan di tempat yang terkena cahaya secara langsung, sedangkan wadah
kedua di tempatkan ditempat yang tidah terkena cahaya secara langsung atau
tempat yang tertutup.
F. Alat dan bahan :
1.
Benih kacang hijau (6
butir)
2.
Gelas air mineral bekas
(2)
3.
Tanah (secukupnya)
4.
Penggaris untuk
mengukur tinggi kacang hijau dan kertas
5.
Pensil (1)
6.
Air secukupnya
G. Cara kerja :
1.
Menyiapkan alat dan
bahan
2.
Rendam biji kacang
hijau selama beberapa menit
3.
Menyemaikan 6 butir
benih kacang hijau ke dalam gelas bekas air mineral yang sebelumnya telah diisi
dengan tanah, masing-masing gelas berisi 3 butir benih.
4.
Letakkan salah satu
gelas bekas air mineral tadi di tempat yang bisa terkena cahaya matahari secara
langsung, dan gelas yang lainnya diletakkan di tempat yang agak tertutup atau
tidak terkena cahaya matahari.
5.
Siram secukupnya setiap
hari.
6.
Mengamati pertumbuhan
kacang hijau setiap sore hari selama waktu penelitian ( berhubung benih disemaikan
pada sore hari maka pengamatan pertumbuhannya juga dilakukan disore hari)
7.
Membuat tabel untuk
memasukkan data pertumbuhan agar bisa diukur secara kualitatif.
8.
Jangan lupa,
dokumentasikan setiap kegiatan yang dilakukan.
H. Tabel hasil pengamatan
Hari / biji
|
||||||||||||||||
Tempat
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|||||||||||
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
Jumlah
|
|
Terkena cahaya
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0.2
|
0
|
0
|
1
|
|
Tertutup/ gelap
|
0.3
|
0.5
|
0
|
0.5
|
1.5
|
0.2
|
1
|
1.7
|
0.2
|
4
|
5
|
0.3
|
6.6
|
7.6
|
0.3
|
|
Rata-rata p’tmbuhan dtmpt terkena chya/hari
|
0
|
0
|
0
|
0.067
|
0.3
|
0.367
|
Rata-rata p’tmbuhan dtmpt tertutup/hari
|
0.267
|
0.73
|
0.97
|
3.1
|
4.8
|
9.867
|
*satuan dari pertambahan biji adalah sentimeter (cm)
·
Grafik rata-rata pertumbuhan / hari
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan telah menunjukkan
bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan dan perkembangan di tempat yang terkena
cahaya dan yang tidak terkena cahaya (gelap). Hal ini menunjukkan bahwa cahaya
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau.
Apabila ditanam di tempat gelap, maka tanaman kecambah
akan tumbuh lebih panjang daripada normalnya. Peristiwa itu terjadi karena
pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Fungsi utama hormon auksin adalah
sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang
meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila
terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak. Pada keadaan yang
gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan
batang. Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat
yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang
banyak dan lebat, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun
pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kuning. Peristiwa ini
disebut etiolasi
Jika ditanam di tempat terang, maka kecambah akan tumbuh
lebih pendek daripada yang ditanam di tempat gelap. Peristiwa itu juga terjadi
karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Seperti yang telah dijelaskan
di atas, hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan
tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih
pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat
gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil.
PENUTUP
Kesimpulan :
Dari hasil penelitian pengaruh faktor cahaya terhadap
pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau, dapat disimpulkan bahwa cahaya
dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Proses
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan membutuhkan cahaya. Namun, banyak
sedikitnya cahaya yang dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda, begitu pula
dengan tumbuhan kacang hijau.
Dari penelitian yang
telah dilakukan terhadap pertumbuhan dan perkecambahan biji kacang hijau, biji
kacang hijau yang diletakan ditempat gelap dan terang akan mempunyai perbedaan.
Biji kacang hijau yang terkena cahaya matahari secara langsung (terang)
pertumbuhannya lebih lambat, daunnya lebar & tebal, berwarna hijau, batang
tegak, kokoh. Sedangkan, biji kacang hijau yang tidak terkena cahaya matahari
(gelap) pertumbuhannya lebih cepat tinggi (etiolasi) dan daunnya tipis,
berwarna pucat, batang melengkung tidak kokoh. Hal ini terjadi karena cahaya memperlambat/menghambat
kerja hormone auksin dalam pertumbuhan meninggi (primer).
Sehingga dapat
disimpulkan bahwa hipotesis yang telah dibuat sebelumnya telah benar.
LAMPIRAN
·
KACANG HIJAU YANG TIDAK TERKENA CAHAYA MATAHARI
·
KACANG HIJAU YANG TERKENA CAHAYA
MATAHARI



**pengambilan gambar dilakukan malam hari
DAFTAR PUSTAKA



